AA/1

| Posted in | Posted on 17.31

0

 AA/1, difoto pada 29 Agustus 2013


Perancangan rumah yang di-Arsiteki bapak Rimaldi Nurdin ini awalnya hanyalah berupa penyambungan titik demi titik, yang kemudian menjadi garis-garis. Garis-garis ini lalu bertransformasi menjadi bidang-bidang yang hingga saat ini membentuk ruang-ruang hidup kami.

Masih kemarin rasanya aku dalam raga yang berumur empat atau lima tahun tersandung di tangga rumah ini. Jatuh tepat di sudut tangga pada tulang kering kaki kanan. Jangan tanya seperti apa rasanya. Tangga di sebelahnya, jumlahnya dua anak tangga lebih banyak, adalah tempatku melompat terjun, dari atas ke bawah. Seru.
 
Di ruang tv jika kau datang pada waktu yang tepat, bisa engkau lihat ruang itu bisa ditransformasi menjadi satu sisi lapangan bulutangkis. Sisi lainnya ada diseberangnya, hanya saja level lantainya 30 cm di atas ruang tv. Railing yang membatasi kedua ruangan itu menjadi net nya. Lucunya, baru saat aku mengetikkan ini sekarang, aku sadar, bahwa net yang selama ini aku kenal, merupakan sebuah railing. Kami, Ayah-Bunda-dan aku rasanya tak pernah menyebut railing ini sebagai railing. Begitu juga orang yang datang, kami selalu memperkenalkannya dengan panggilan, "net".
 
Pada pelataran belakang rumah, dulunya hanya tanah. Ada 2 pohon hidup disana dan sebuah sumur yang besar, mungkin 1,5 meter diameternya. Di sana pernah menjadi dapur yang super sibuk ketika Makdang mengadakan pesta pernikahan, tempat Bunda mencabut gigiku, tempat Aik setiap hari mencuci dan menjemur baju, atau tempat peristirahatan Doggy sementara sebelum dipindahkan. Di sore hari,  aku dalam raga berumur delapan atau sembilan tahun, bermain seluncuran di lantai keramik itu dengan lantai yang sudah ku sapu, kemudian disiram air (tergantung kondisi, menggunakan air atau air yang sudah dicampur sabun). Perlu berlari 3-4 langkah dulu untuk mendapatkan kecepatan awal lalu kemudian melipat kedua kaki seperti posisi duduk antara dua sujud, and then just slideeeeeeeee... Senang.
 
Awalnya, kamar Ayah-Bunda adalah kamarku juga. Sampai tiba masanya, yang juga diiringi perpisahan kepada majalah Bobo, aku harus berpisah untuk tidur sendiri, di kamar yang dulu kami sebut kamar Makdang. Lemari dua pintu dengan tinggi sekitar 150 cm berwarna coklat itu juga ikut pindah. Poster David Hasselhoff, pemeran utama serial Knight Rider (yang tentunya sudah saya coret-coret), pelan-pelan digantikan oleh poster-poster Spiderman dan superhero lainnya. Terakhir, lemari itu sudah Ayah cat menjadi warna Ivory White dan masih ada stiker Lazialita disana. Keluaran majalah Liga Italia, majalah yang sudah tidak terbit lagi.

Kalau istri ku kecilnya ingin bekerja dengan mengoperasikan meja kasir, kecilnya aku sepertinya ingin menjadi kernet bis kota. Lemari tiga pintu Ayah yang ditengahnya merupakan pintu full cermin, adalah tempat percobaanku menjadi kernet. Handle pintunya menjadi pegangan, simulasi terhadap pegangan di bis dan cermin lemari menjadi kaca bis. Dengan latihan ini aku jadi bisa bergantungan di bis ketika berangkat dan pulang sekolah.

Akan menjadi beberapa jilid buku rasanya jika aku menuliskan pengalaman puluhan tahun dilindungi atap AA/1 ini. Buku itu akan menjadi buku untuk bahan bacaan keluarga sekaligus masuk kurikulum sekolah yang berisi komedi, romansa, religi, horror, misteri, tragedi, sejarah, ekonomi, seni, arsitektur, manajemen, fisika, kesehatan masyarakat, kedokteran, sosiologi, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, bahasa daerah, keterampilan, kedisiplinan, kepemimpinan, kesabaran, pengorbanan, kemenangan, kekalahan,..  it taught us our life.

Rumah ini, akan selalu menyimpan semua kenangan kami. Hal yang sederhana seperti ketika kami makan malam bersama hampir setiap hari diruang yang sama, di meja makan bundar yang awalnya berwarna coklat kehitaman kemudian di cat ivory white juga oleh Ayah, diterangi lampu berwarna putih pada ceilingnya, akan selalu mengisi memori kami. Di ujung sana ada Aik yang dengan tenang menonton TV tanpa suara, duduk di tangga yang punya bekas darah kaki kanan tulang keringku. Di musim hujan, air mulai menembus nat keramik di ruang TV, menciptakan kolam dengan kedalaman 3-5 cm. Kalau saja kejadian banjir kecil-kecilan ini dialami Rai, kolam ini akan menjadi surga kecilnya.

Seringkali kami hanya berempat -termasuk Aik- dirumah ini. Tapi itu tak menjadikan rumah ini hening dan sepi. Gelak tawa, canda, dan derita yang kami alami telah membentuk dan menjadikan kami manusia seperti sekarang ini. Perantauanku sekitar 12 tahun yang lalu meninggalkan Ayah dan Bunda sebagai penghuni resmi yang tersisa. Dari apa yang kurasakan setiap pulang, rumah ini tak berubah menjadi dingin. Kehangatannya tetap ada. Masih, kehangatan sederhana. Entah itu hanya sekedar mencuci pakaian, menyantap makanan, atau kegiatan sendiri-sendiri mereka, tetap dilakukan berdua, di bawah atap ini.

Kekalahan rumah ini dari panasnya api bukan akhir bagi saya atau Ayah dan Bunda. Keikhlasan hanyalah satu hal yang harus kami miliki tanpa berharap apapun.  

Terakhir, doaku, di rumah manapun Ayah dan Bunda berada, semoga mereka selalu menemukan rumah yang memberikan kehangatan yang sama seperti yang pernah AA/1 tawarkan kepada mereka. 

AA/1 will always be our house and our home.

Selamat jalan AA/1. Terimakasih atas perlindungannya selama 25-an tahun terakhir ini.

Kamera ditaruh di atas net, 29 Agustus 2013

 
 
We shape our buildings; thereafter they shape us. - Winston Churchill -

My Sony Ericsson W700i

| Posted in , | Posted on 08.28

0

kartu di atas lah yang ku perlihatkan kepada mbak yang menjaga counter O*E Sh*p di sebuah mall di jakarta.
"mbak, ini saya mau minta tolong potongin kartunya"
"baik mas saya ambil kartunya ya. lho ini kartu luar negeri mas?"
"haaaaa?!"
"satelindo itu dari mana ya?chip nya juga besar.."
"hooooaaaaaa....???!!!" hoa ku terhenti ketika mbak disebelah mbak yang masih terkesima akan penampakan kartu "luar negeri" merespon dengan baik.
"kartu ini kartu lama mas, chipnya masih besar. kalau kita potong, chipnya juga ikut kepotong. (sambil mencontohkan perbandingannya). mas harus ke galeri indosat untuk minta ganti kartu, lalu baru bisa dipotong."
"hooo...baik mbak, terimakasih ya"

tebakanku, pada tahun 2003 yang lalu,ketika satelindo masih terpampang -bukan indosat- mbak pertama yang melayaniku masih berumur 8-10 tahun. 

dan akhirnya, setelah mengikuti saran mbak kedua tadi, urusanku berpindah ke galeri indosat. tanpa proses yang ribet, akhirnya aku tahu bahwa mustahil untuk menyimpan sim card ini sembari memiliki sim card yang baru.
"buat kenang2an ya mas?"
"iya mbak, sudah bersama saya semenjak tahun 2003. itu sudah 10 tahun yang lalu lho mbak."
"kalau handphonenya, sudah dari kapan mas?"
"dari 2006 mbak. itu berarti sudah 7 tahun ya mbak?"
mbaknya ngitung..7..8..9..10..11..12..13..
"iya mas, sudah 7 tahun. pantes penampakan handphonenya udah kayak begini mas"
"iya mbak, bagaikan singa di afrika, setiap goresan yang terlihat maupun tidak adalah bukti perlawanan dia terhadap dunia yang kami jalani. selama 7 tahun ini, dia cuma cuti 2 minggu mbak. itu juga karena melindungi paha saya dari tusukan aspal2 kasar ketika saya jatuh dari motor sekitar tahun 2007 atau 2008. saya bawa ke tempat service, di sana dia 2 minggu. recovery. alhamdulillah, recovery-nya sukses. jatuh dari ketinggian 30 cm sampai 1.5 meter dia pernah. malah pernah terjun bebas ketika saya ga hati2 menyimpan dia di saku jaket dengan kantong terbuka. lagi bawa motor saya mbak, kecepatan 30 km/jam lah. lagi di jalan komplek gitu. jalanannya beton. tiba2 dari arah kanan saya ada yang manggil sambil nyetir juga, mas ini handphonenya jatuh sembari menyerahkan dia ke saya. setelah saya berterimakasih, saya berhenti melihat kondisinya. luka goresannya bertambah, tapi dia sehat.
pernah juga ketika hujan deras, saya lagi dimotor, tiba2 dia bergetar di paha saya, memberikan isyarat bahwa ada yang telpon. saya memang sedang janjian dengan orang makanya saya harus jawab panggilan orang itu. saya berhenti, saya rogoh2 kantong, saya jawab panggilannya dalam hujan. setelah selesai berbicara, saya letakkan dia kembali di dalam kantong celana yang kemudian dilindungi oleh celana anti air. sesampai dirumah, saya pijit tanda * nya, mau membuka kuncinya. tapi yang keluar layar putih, juga ditemani seperti bercak2 air. di saat itu saya langsung menyesal, berpikir harusnya jangan seperti ini kalau mau pensiun. pensiun lah dengan terhormat. bagai pemain sepakbola yang sudah menjadi legenda, akan lebih baik pensiun dengan kebanggaan sambil berlari2 kecil mengelilingi lapangan menerima penghargaan dari fans setia daripada harus ditandu keluar lapangan untuk menghadapi kenyataan bahwa dia sudah tidak bisa bermain lagi. saya kemudian membuka tutupnya, mencabut batere nya dan membenamkan dia bersama beras. saya tinggalkan sekitar 2 jam disana. alhamdulillah, dia keluar dengan segar. berfungsi dengan baik tanpa kekurangan apapun."
"hidupnya berat ya"
"iya mbak. alhamdulillah saya dapat rezeki handphone buat nggantiin perannya selama ini. mungkin memang inilah waktu yang tepat untuk dia pensiun."
"ini mas, sim card mas yang lama sudah nonaktif. sim card yang baru silahkan mas masukkan kira2 sejam dari sekarang. boleh lebih ga boleh kurang. nanti ada pilihan2, mas pencet2in OK aja."
"baik mbak, terimakasih"

maka di hari itu adalah hari terakhir masa baktimu kepadaku. terimakasih kuucapkan kepadamu atas tahun2 pengabdianmu, jasa2mu menghantarkan pesan2ku. pengingatku dalam kealpaan ku.membangunkanku dalam tidurku.


pagi hari di hari berikutnya, tanpa sim card berada dalam dirimu dan kutinggalkan kau dalam keadaan non aktif, kau masih tetap misuh2 meneriakkan alarmmu, membangunkan kami. aku tahu, aku hanya lupa mematikan alarmmu. tapi pada mindset ku sekarang, yang sudah bersiap mental akan pensiunnya dirimu, adalah sebuah hal yang luar biasa kau lakukan itu. aku anggap kau masih belum mau pensiun seutuhnya.

terimakasih...

# 13

| Posted in | Posted on 10.45

0






sosok inilah yang memperkenalkan-ku ke dalam dunia sepakbola
tak perlu kusebutkan tanggal lahirnya atau latar belakang lain tentang dirinya
kau ketik saja namanya, akan keluar sejuta tautan yang bisa engkau baca

dia yang meyakinkanku bahwa angka 13 itu bukan angka sial.
dia yang mengajarkanku bahwa menjadi pemimpin tak perlu tua dulu.
terlebih, dia yang meyakinkanku bahwa tim yang bernama SS LAZIO pantas kubanggakan.

kalau bisa memilih, aku pribadi memilih untuk tidak scudetto di tahun 2000 itu jika aku tahu masa depanmu sebagai legenda tim ini dipertaruhkan hanya karena korupsi sang presiden. 

dengan itu, kau tak perlu harus pergi dari tim yang selalu kau dukung. dan di hari pensiun mu ini, curva nord akan menurunkan banner yang menutupi satu curva, bergambar persis apa yang ada di awal postingan ini. kau mendapatkan semua applause yang memang pantas kau terima. dan mereka yang ada di curva nord maupun kami yang terpisah benua, mendapatkan air mata bahagiamu. that's what u should have, that's what u deserved, Captain.

 

felice pensione Sandro ..
siete sempre il nostro capitano!

tu sei il principe di Roma!
 

 


Tekad, Semangat, Mimpi, dan Takdir

| Posted in , , | Posted on 15.31

0

Nak.. Mari sini, Ayah ceritakan tentang kisah bagaimana sebuah tekad, semangat, mimpi, dan takdir yang selalu mengiringi perjalanan manusia. 

Dulu, sebelum Momi hamil, Momi sudah mengatakan dengan jelas bahwa Momi ingin persalinan normal. Ayah meng-iya-kan dengan sukacita, meskipun tak sedikit kenalan Momi yang memperingatkan betapa SAKIT nya persalinan normal itu. Tapi Nak, Alhamdulillah tekad Momi begitu besar, bahkan sepertinya lebih besar daripada tekad untuk menerima lamaran Ayah. :p 

Alhamdulillah semua proses mengalir seperti air.. Oh ya, ada satu cerita kecil sebelumnya. Ayah sampai sekarang tidak tahu hal ini berkaitan dengan kehamilan Momi atau tidak, namun ada di satu hari, beberapa hari sebelum Momi mendapatkan 2 garis merah yang satunya agak samar pada testpack kesekian yang telah kami coba, Ayah merasakan mual. Mual yang benar2 mual. Ayah ingat pagi itu Ayah tidak kekantor tapi langsung ke lapangan dan kemudian ke Tangerang lihat2 marmer. Dari mulai inspeksi lapangan sampai ke Tangerang kemudian sampai lagi di Jakarta, mual itu tak kunjung hilang. Opa Boss pun sampai bertanya-tanya kenapa Ayah terus2an sendawa dan hoek-hoek. Tapi jauh di pikiran Ayah waktu itu, entah kenapa Ayah yakin bahwa ini adalah pertanda bahwa Momi telah hamil. 

Beberapa hari kemudian, tetesan air mata bahagia mengiringi kabar ini yang disampaikan Momi via telpon -hari itu Momi izin sakit karena sudah tidak enak badan dari kemarinnya-. Malam itu juga kami langsung ke RS untuk memastikan keberadaan mu di perut Momi. 

Alhamdulillah, sejak itu pula engkau mulai iseng ke Ayah dan Momi. Ya, Ayah juga sempat mengalami fase yang disebut "ngidam". Ayah bukan orang yang gampang percaya akan hal yang seperti itu Nak. Sampai Ayah mengalami sendiri bagaimana "ngidam" itu, Ayah tetap berkesimpulan bahwa "ngidam" hanya proses biasa dimana seseorang menginginkan sesuatu. Kebetulan sesuatu yang diinginkan ini dirasakannya pas hamil. Dan karena hamil, kasian kalau tidak dituruti. Semua kesimpulan itu salah. Ayah tidak tahu bagaimana menjelaskannya secara ilmiah, namun apa yang Ayah rasakan bukan sekedar keinginan untuk mendapatkan sesuatu. Keinginan itu begitu kuat, sampai2 hanya dengan membayangkan [waktu itu Ayah tiba2 ingin bumbu rujak bubuk rasa manis pedas yang dulu sering dibelikan Nekbun sebagai pelengkap Ayah menyantap jambu biji belakang rumah Simpang GIA] bumbu rujak itu, air liur mengalir deras dari dalam mulut. Pikiran tidak tenang, fokusnya hanya kepada rasa dan bentuk bumbu rujak itu. Momi langsung tertawa begitu Ayah mengalami hal ini. Sepulang kantor kami pergi ke Kemchick, karena setahu kami semua bumbu ada disini. Benar saja, begitu melihat bumbu yang Ayah sudah idam2kan, Ayah sedikit melompat girang. Yep, melompat....sedikit kok tapi. :D 

Bagaimana dengan keisengan mu pada Momi? Pada trisemester pertama, Momi tidak bisa memakan makanan yang sama pada hari yang sama. Sombong kalau waktu itu Ayah bilang ke Momi :p Trisemester kedua, engkau menunjukkan darah Padang yang engkau bawa dari Ayah dan Nekbun dengan cara memberikan nafsu makan lebih ke Momi terhadap masakan Padang serta makanan yang berbahan baku Mie. Makanan yang sangat jarang bahkan tak pernah disentuh oleh Momi ketika Momi belum hamil. Trisemester ketiga, lagi2 engkau menunjukkan darah yang Ayah wariskan padamu dengan meminta Momi memakan makanan dengan porsi besar. Pernah waktu itu Momi membeli mie goreng yang ternyata porsinya untuk 3 orang. Sebelum makan, Momi bilang ke Ayah, "bang, kayaknya ini buat sarapan aja deh, banyak banget soalnya." Ayah cuma jawab dengan menoleh sedikit lalu berkata "iya". Tak sampai 10 menit kemudian, Momi terperanjat sendiri melihat makanannya sudah hampir habis. Tak kurang dari 3 menit kemudian, piringnya sudah bersih. [Sebenarnya ini bukan dari darah Ayah yang suka makan banyak nak, memang Momi yang butuh asupan makanan lebih banyak :p] 

Pernah juga, ketika akhir bulan ke tiga kehamilan, Momi demam tinggi. Tengah malam itu ketika Ayah baru pulang, Momi sedang meringkuk di kasur, menggigil. Ayah kemudian meletakkan termometer di ketiak Momi dan kaget dengan panas Momi yang mencapai 39.5. Sempat turun karena sudah diberi obat, namun naik lagi pada pagi harinya. Pagi itu juga Ayah bawa Momi ke tempat yang kelak menjadi rumah sakit tempat engkau lahir. Tak mau ambil resiko, meskipun diagnosa penyakitnya belum jelas, Ayah meminta Momi dirawat saja. Beberapa jam setelah dirawat, Alhamdulillah Momi segar bugar. Tim dokterpun tidak mempunyai diagnosa khusus tentang penyakit Momi. Karena ada demam tinggi, dokter hanya menyebutkan ada infeksi bakteri. Pada hari itu juga, kami memahami maksud kenapa Momi harus dirawat di RS. Kesimpulan kami adalah, engkau anakku, ingin pamer 'monas'mu yang ternyata pada akhir bulan ketiga ini sudah bisa dilihat jelas di USG. Rada cepat menurut penuturan dokter. Alhamdulillah. 

Engkau yang semakin detik semakin besar di dalam perut Momi, tidak mengurangi semangat Momi untuk tetap beraktifitas seperti biasanya Nak. Momi tetap semangat bekerja, kesana kemari, naik turun tangga. Naik turun tangga ini juga sempat menimbulkan rasa kuatir dari Nema dan Nekbun. Alhamdulillah kondisi badan Momi selalu terjaga. 

Akhirnya, hari Minggu tanggal 24 Februari 2013, sepulang kami mencari makan siang sembari berjalan-jalan mencari barang2 untuk engkau anakku pakai nanti, ada flek yang keluar dari Momi. Setelah sampai di ruang observasi RS, kami mendapati bahwa Momi belum bukaan 1, tapi sudah menuju waktunya lahiran. Momi memilih pulang dulu daripada langsung dirawat di kamar RS agar bisa lebih rileks. Ternyata untuk 2 hari kedepan, rileks akan menjauhi Momi. 

Setiba di kosan, percobaan Momi untuk tidur terganggu karena kontraksi yang sudah semakin sering. Ayah hitung di Sony Ericsson W700i Ayah [akhirnya handphone keluaran 2005/2006 ini menunjukkan kualitasnya yang tidak kalah dengan blackBerry yang katanya smartphone *sarcasm detected*] kontraksinya sudah 1 kali dalam 3-5 menit. Momi hanya bisa 'kesliwet' 2-3 menit, kemudian terbangun merasakan kontraksi beberapa detik, dan begitu seterusnya. 

Sebelum Subuh kami sudah kembali berada di ruang observasi, mendapati Momi sudah pembukaan 1. Hingga 24 jam kedepan, ternyata pembukaan Momi baru naik menjadi pembukaan 2 nak. Meskipun hanya naik 1 pembukaan, sakit yang dialami oleh Momi sudah menjadi sangat luar biasa. 

Dari awalnya yang bahkan Momi tidak tahu itu kontraksi atau bukan, kemudian meningkat menjadi kontraksi yang masih bisa dinikmati sambil sedikit ketawa-ketiwi dengan celetukan2, dan kemudian levelnya naik ke kontraksi yang bisa membuat kuku Momi menancap di kulit Ayah. Tidak, kuku Momi tidak panjang nak, rasa sakit yang luar biasa dari kontraksi itulah yang menyebabkan Momi bisa menancapkan kukunya. Bagian bawah ranjang rumah sakit juga jadi sasaran tendangan Momi. 

Erangan sakitnya Momi menyayat hati Ayah nak. Bohong itu semua penelitian yang mengatakan sakitnya seperti beberapa tulang patah dalam satu waktu. Apa yang Momi alami Ayah rasa jauh lebih sakit. Sakit yang pada satu titik, membuat Momi sampai ke tingkat pasrah seperti di film Life of Pi. Di adegan dimana Pi berteriak ke langit ketika badai datang, berteriak kepada Tuhannya untuk membawa dia pergi sekarang juga. Kepasrahan terhadap Allah SWT itu nak,-bukan kemarahan- yang mengingatkan Ayah kepada adegan itu.

Dinding yang menahan air mata Ayah dari awal Momi menahan sakit runtuh sudah, tak terbendung. Kelak engkau akan mendengar cerita dari semua orang bagaimana sakitnya proses persalinan normal. Tapi engkau tak akan pernah benar2 sadar bagaimana sakitnya sampai orang yang kau janjikan untuk selalu hidup bersama atas dasar cinta kasih meraung2, menggeliat kesakitan menahan sakit, di depan matamu. 

Air mata Momi yang dari awal sudah keluar akhirnya bertemu dengan air mata Ayah. Kami berpegangan tangan, saling menguatkan satu sama lain. Memberi semangat, memberi mimpi, memberi harapan, saling mengingatkan, bahwa engkau anakku, sudah semakin dekat ke dunia ini, sudah semakin dekat untuk kami dekap. Nyata. 

Andaikan waktu itu kami menyerah, andaikan waktu itu Momi menyerah dan memilih untuk Operasi karena tak tahan rasa sakitnya, maka kami tak akan pernah bisa merasakan bagaimana akhirnya hanya beberapa jam dari sana, engkau lahir dengan proses normal dari jalan lahir Momi. Tekad baja Momi mengalahkan rayuan palsu operasi nak. Semangat Momi meraih mimpi tak pernah pudar. Dan Alhamdulillah, takdir dari Allah akhirnya terkuak. 

Hari Selasa pagi tanggal 26 Februari 2013 itu, tangisanmu mengisi dunia kami. Tangisan yang bisa melupakan segala kesakitan yang baru saja Momi alami. Alhamdulillah, setelah engkau mendengarkan Adzan dari Ayah, engkau, Raidan Afkar Izzananta (R.A.I) [seorang anak yang patuh kepada kedua orang tuanya -Izzan,Ananta-, yang kelak menjadi pemimpin -Ra'id- yang bijaksana -Afkar-, yang kehadirannya bermanfaat baik bagaikan AIR[bahasa]-anagram R.A.I- dan AIR[english]-anagram R.A.I- untuk keluarga dan orang2 disekitarnya] berkenalan dengan dunia. Rai, meet world.. World, meet Rai.. 

Mohon doa dari Raidan nak, doakan agar Ayah dan Momi bisa menjalani amanah dari Allah ini dengan baik, sehingga bisa menjadikan Raidan seorang yang patuh kepada Ayah dan Momi, menjadi pemimpin yang bijaksana, dan senantiasa bermanfaat baik bagi semua. Aamiin...

Membahas Sepakbola

| Posted in | Posted on 15.44

0

Akhir pekan lalu adalah pertandingan pembuka SERI-A musim 2011/2012 yakni pertandingan antara AC MILAN vs SS LAZIO. Pertandingan berakhir dengan skor 2-2.

Persis tadi pagi waktu Indonesia, ada pertandingan2 pembuka Liga Champions Eropa fase group, salah satunya FC BARCELONA vs AC MILAN. Pertandingan itupun berakhir dengan skor 2-2.

Lalu apa yang saya ingin bahas?

Pertama, mari kita lihat statistik pertandingan AC MILAN vs SS LAZIO.

Milan 2 – 2 Lazio

Ibrahimovic 29 - Klose 12

Cassano 33 - Cissé 21

Bookings

van Bommel 38 - André Dias 48
Cassano 96 - Mauri 79

Possession 60% - 40%
Corners 3 - 1
Goal attempts 18 - 12
On target 8 - 5
Fouls 16 - 15
Offside 7 - 0


Lalu kita lihat statistik pertandingan FC BARCELONA vs AC MILAN

Barcelona 2 – 2 (HT 1 – 1) Milan

Pedro 36 - Alexandre Pato 1

Villa 50 - Thiago Silva 90+2

Bookings

Villa 52 - van Bommel 19
Dani Alves 70 - Nesta 57
Puyol 92

Possession 75% - 25%
Corners 11 - 2
Goal attempts 22 - 6
On target 7 - 3
Fouls 10 - 11
Offside 5 - 2


Dari data diatas bisa kita lihat bahwa masing-masing tim tuan rumah menguasai bola lebih banyak. dengan menguasai bola lebih banyak, itu artinya menyerang lebih sering, terbukti dengan tembakan ke gawangnya, baik on target, maupun off target.

Di pertandingan AC MILAN vs SS LAZIO, Lazio unggul lebih dulu dengan 2 gol kemudian disamakan menjadi 2-2 sama. Di pertandingan FC BARCELONA vs AC MILAN,hampir sama, tim tamu unggul lebih dulu, sebelum disalip oleh tim tuan rumah, sebelum disamakan lagi menjadi 2-2.

---

Terlepas dari sisi teknis dalam pertandingan ini, dan pertandingan2 lain yang akan datang, menurut saya, sepakbola sama halnya dengan kesehariannya manusia. Jika anda tidak setuju, maka saya akan ganti dengan kata2, keseharian saya.

Jika anda seorang MILANISTI, pada pertandingan melawan LAZIO, mungkin saja anda akan mengatakan bahwa LAZIO beruntung, karena dibombardir begitu dengan serangan yang bertubi2 pada babak kedua, gawang Bizarri tetap tidak kebobolan. Tendangan Cassano yang membentur tiang mungkin jadi faktor penguat pernyataan kalian tersebut. Ya, KEBERUNTUNGAN.

Tetap dari sudut pandang anda sebagai MILANISTI pada pertandingan FC BARCELONA vs AC MILAN. Bola yang mengenai tiang dari kaki Messi akan mengagetkan anda, dan secara reflek mungkin anda akan berkata, "fiuh, untung ga gol..". Tapi mungkin ada beberapa dari anda yang menganggap itu bukan keberuntungan untuk MILAN. Kenapa? Karena anda MILANISTI.

Skor 2-2 dengan FC BARCELONA, dengan pertandingan yang praktis dikuasai oleh BARCELONA (liat statistik) anda anggap hasil yang memuaskan. Terserah ada tendangan dari lawan yang kena tiang atau tidak.

Skor 2-2 dengan SS LAZIO, dengan pertandingan yang tim anda kuasai, anda sebut adalah keberuntungan LAZIO. Bukan karena kerja keras pemain2 LAZIO menahan semua gempuran serangan pemain2 MILAN.

Lalu apakah ada dari anda yang berpikir sebaliknya, bahwa di pertandingan melawan FC BARCELONA ini, AC MILAN hanya beruntung? Apakah ada dari anda yang berpikir jerih payah pemain2 MILAN tidak lebih besar daripada keberuntungan yang kalian dapatkan di pertandingan itu?

Pastinya tidak.
Karena pandangan kalian subjektif.

Pandangan seperti inilah, saya rasa, yang membuat hidup saya terasa tidak nyaman.
Pandangan2 dari orang yang merasa dia yang selalu benar, atau orang yang dia kenal adalah yang benar, atau saudara, atau siapalah. Pandangan yang berpihak kepada siapa, bukan apa.

Jika secara tidak sengaja ada diantara anda yang berhadapan dengan orang lain yang ternyata sifak subjektifnya jauh lebih besar diatas anda, tidak tertutup kemungkinan akan terjadi adu argumen, yang kalau tidak diiringi dengan pandangan objektif, bisa ke konflik yang lebih jauh lagi.

Coba lihat itu pertengkaran antar suporter sepakbola di negara ini.
Apakah mereka bocah2 itu tahu apa yang menjadi masalah sehingga si Oranye tidak akur dengan si Biru? Tidak.
Lalu untuk apa mereka bertengkar selalu? Untuk hal yang mereka tidak tahu dan tidak mau tahu. Kalau mereka ingin tahu, dan mencari jawaban, mereka akan sadar mereka memperdebatkan hal yang tidak jelas. Tidak ada ujung, tidak ada pangkal.

Cobalah, mulai dari diri sendiri.
Entah seberapa besar kalian mencintai sesuatu, tetaplah memandang secara objektif.
Hormatilah perbedaan.
"'cause nowadays, everyone thinks they're right,"
Kalau tidak bisa menghormati perbedaan, setidaknya jangan rendahkan dia yang berbeda visi darimu.

Semoga Menjadi Haji - Hajjah Mabrur

| Posted in , | Posted on 00.19

0

doaku yang sperti itu, bukan doa asal2an
itu adalah doa yang mencakup semuanya..
untuk menjadi haji mabrur tidak cukup hanya menjalankan ibadah haji saja..tapi juga setelahnya..
untuk berangkat ke tanah suci, tidak cukup kekayaan spiritual saja (itu saja tampaknya sudah sulit) namun juga kecukupan materi..
untuk mendapatkan kekayaan spiritual dan materi, tidak cukup dengan berdoa saja..juga harus ada usaha yang lebih..dan lebih..dan lebih lagi..
untuk berusaha lebih dan lebih dan lebih lagi, tidak cukup dengan doa saja, namun dengan konsistensi dan pengabdian yang tulus..
untuk mempertahankan konsistensi dan pengabdian itu, tidak cukup dengan usaha biasa saja, harus dengan kesabaran yang luar biasa..
untuk kesabaran yang luar biasa..harus punya hati yang luar biasa juga..
untuk punya hati yang luar biasa...harus menjadi pribadi yang luar biasa juga.

lalu apa bedanya doa ku kepada kalian dengan orang2 terdekatku?
kepada kalian teman2ku, aku hanya bisa menyampaikan doa yang tulus seperti diatas...
kepada orang2 terdekatku..aku berusaha lebih untuk memberikan lebih dari sekedar ucapan doa..hanya disitu perbedaannya..

jadi kepada kalian semua..smoga menjadi Haji - Hajjah mabrur..
Amin..

Udah Deh..

| Posted in | Posted on 23.36

0

Kalau oknum2 yang di belakang namanya dititipkan gelar S.Ag aja bisa minta uang ini itu tanpa keterangan yang jelas..kenapa si Nurdin Halid ga bisa?

udah deh, dari tingkat RT aja udah bobrok semua

mulai aja dari diri sendiri
ga usah ikut media yang ngompor2in isu ini isu itu
tiap media di Indonesia skrg punya kepentingan politik masing2
ga ada yang namanya pendapat objektif
semua itu tergantung ama apa yang digantung..

ibarat persimpangan pada jam sibuk, smua kendaraan punya alasan masing2 buat melewati lampu merah,,yang ujung2nya bikin deadlock..kekunci..tinggalah orang2 yang bukan polisi ngbantuin jalanan biar lancar lagi..

mau ngbom ini negara ampe habis, karena ngrasa banyak orang2 tak berguna disini yang pantas hidup?
boleh saja anda berpikiran seperti itu, tapi apabila pada pendapat orang lain, anda adalah manusia yang harus dibinasakan, bisa nerima ga?

Indonesia Butuh Aktor, bukan KOMENTATOR

udah deh...

Walaaaah..

| Posted in | Posted on 01.05

0

Saya jadi jiper membaca tulisan2 kalian.....
keren2!!

Merah vs Biru

| Posted in | Posted on 00.25

0

sudut merah vs sudut biru ada pada ring tinju
"the reds" vs "the blues" ada pada EPL
"serigala merah" vs "elang biru" ada pada Lega Calcio
Red Team vs Blue Team ada pada American Gladiator dan sejenisnya

Jadi pertanyaannya, ada apa dengan si merah dan si biru?

lalu coba lihat si Superman dan si Spiderman
si Barcelona FC dan si Carrefour
apakah mereka menjadi kuat karena menyatukan merah dan biru?


kalau begitu tampaknya MYTH STUDIO harus mempunyai unsur warna HITAM dan ORANYE..
biar tetap menjadi diri sendiri dan mungkin suatu saat nanti,
sudut di ring tinju berubah menjadi sudut hitam dan oranye
atau
spiderman beneran berubah jadi venom yang suka makan jeruk dan minum mynude-maid

karena kita, trendsetter B-)

wakakakaka



gambar dari sini

JRL 2010

| Posted in , | Posted on 15.22

0

aku tidak ingin membicarakan konser di postingan ini..karena they were AMAZING!!

aku cuma ingin menulis ttg pemikiranku ketika konser berlangsung..not that I wasnt enjoying their music at that time :D

-intro-

waktu aku ntn ARKARNA, jujur aku cuma tau 2 lagu mereka, So Little Time dan Life Is Free, itu pun belom diputer..,eh, dinyanyiin -ini kan LIVE concert, bukan acara musik tiap pagi di tipi-

..dan aku coba berpikir, seandainya mreka bernyanyi untukku pribadi, yang cuma tau 2 lagu mereka, apa mereka masih bersedia berekspresi seperti itu?

atau mereka bermusik untuk diri mereka sendiri?tak peduli aku tau atau tidak, suka atau tidak,mereka berjingkrak sendiri..

atau mereka melakukan itu, selain untuk mengekspresikan dirinya, memperkenalkan lagu mreka yang aku tiada tau, juga merasa mereka hutang sbuah pertunjukan yang hebat kepadaku, karena aku MEMBAYAR mereka.

-reff-

ya, walaupun aku hanya sendiri, dan aku cuma tau 2 lagu mereka, tapi aku membayar, bayar mereka buat tampil didepanku, bermusik sebaik2nya sesuai bidang mereka.

aku adalah sang klien. kenapa aku membayar mereka?tidak perlu alasan.
yang pasti aku memang dan selalu mengharapkan yang terbaik dari mereka.
terlepas dari aku tau mereka atau tidak.
aku bayar. mereka tampil. sebaik mungkin.

-brigde-

lalu, apakah aku sudah melakukan itu?bermusik sebaik dan serapih mungkin di panggung sana, memuaskan orang yang membayarku? -ga usah aneh2 pas baca ada kata puas dan kata bayar berada di satu kalimat-

belum tau will be the nicest answer.

yap, aku belum tau.
yang aku tau aku punya klien, yang membayarku, yang pastinya memang dan selalu mengharapkan yang terbaik kluar dari coretanku.
mreka bayar, aku coret. coret sebaik mungkin.


-interlude-

ARKARNA terus memuji atas apresiasi dari penonton, meskipun dari tempat aku berdiri, pujiannya terlalu berlebihan karena hampir smua orang cuma jingkrak malu2 atau sekedar pemanasan otot leher untuk band selanjutnya.

yang pasti,,
they enjoyed it.
that's why they did GREAT.


PS: intro, reff, bridge, interlude diatas cuma action. ini bukan lagu.

Game..

| Posted in | Posted on 21.12

1

begitulah kalau kebanyakan maen Grand Theft Auto..seenaknya maen tebas2 tangan orang..maen tembak2 kepala orang..

tapi..

coba kalau orang2 psycho itu kebanyakan maen SIMS CITY, bisa seenaknya ngasih bencana alam mereka itu..tinggal pencet di tombol *banjir/flood*, jadi deh banjir..cuma buat ngancurin kota yang udah mreka bangun dari awal..

hmm...apa memang udah kebanyakan maen Sims City juga ya..

ngmg2..coba saya tanya yang suka maen sim city..kenapa kalian pada pake pilihan *disaster* ?
karena kalian bosan, males maen, trus pada ngbunuhin semua?
atau kalian ingin tau, bagaimana kesiapan kota kalian kalau ada bencana, dan melihat apa yang terjadi?

Saya cuma bisa berdoa.. dengan Indonesia yang sekarang begini bejat keadaannya, Allah tidak akan pernah bosan dengan kita..

1999/2000

| Posted in | Posted on 00.55

0

masih terbayang cantiknya operan Sergio Conceicao dengan rambut klimisnya dari sayap kanan..
dengan gagahnya Marcelo Salas gantian dengan Simone Inzaghi menceploskan operan itu ke dalam gawang kiper yang sedang dihadapinya.

masih teringat bagaimana Pavel Nedved menggocek bola dan menusuk dari sebelah kiri, tendangan kerasnya menjadi gol.

atau tendangan bebas Juan Sebastian Veron yang memakai kaos #23 melesat melawati penjaga gawang.

atau dia, sang legenda Alessandro Nesta bersama Fernando Couto dengan santai mengawal striker2 lawan.

kemudian ada Matias Almeyda, yang dengan sabar selalu menjadi jangkar sekaligus jendral lapangan tengah.

ada mereka, bek sayap bernama Giuseppe Favalli dan Paolo Negro, dengan gerakan yang terkadang lamban, namun sangat efektif dikala itu.

tak lupa, Luca Marchegiani, kiper veteran yang sangat brilian.

huuff..aku kangen masa itu, masa aku benar2 bergairah mengikuti semua perkembangan Societa Sportiva LAZIO.

Tabloid BOLA, edisi khusus BOLA, dan majalah serta artikel2 lainnya kukumpulkan demi klub itu. bahkan ketika era internet baru dimulai, hanya itu yang ada di situs pencari yang kugunakan.

SS LAZIO

tapi 8 tahun belakangan prestasi itu meredup.
akupun hanya bisa mengikuti sekali-sekali.
ya, meskipun sekali-sekali tapi tetap saja berulang-ulang kali.



LAZIO
musim ini, aku kan slalu memperhatikan mu..

FORZA LAZIO!!!

17 Agustus 2010

| Posted in , , | Posted on 00.02

0

adalah hari ini.



tidak kah kau muak dengan tanah yang kau pijak ini?
tanah yang sudah penuh dengan darah saudara kau sendiri.
saudara yang kau ambil jatah makannya, kau curi uangnya, kau curi harga dirinya.

lalu kau, kau yang memakai trotoar sebagai tempat berputarnya roda motormu.
kau yang menerobos lampu merah karena kau rasa tanggung jalanan masih kosong.
anda, anda yang bernama perusahaan parkir yang ternyata mengambil kembalian ku bernilai Rp 500 rupiah bbrapa kali dgn alasan tak ada uang kecil.
namun ketika suatu hari kuminta apa yang anda utangkan, anda anggap aku ini hanya pembohong kecil yang mencari peruntungan.

lalu apa kabar kamu yang menggunakan jalur transjakarta sedangkan kamu tau itu bukan hak mu?terserah kamu itu pejabat yang mau rapat dikejar2 jadwal yang super duper padat.

KORUPTOR KALIAN SEMUA!

kalian tau arti korupsi kan?
kalian tau mengambil hak orang lain itu korupsi?

lalu di satu momen kalian berteriak tentang adili koruptor.
kalian seharusnya mengadili diri kalian sendiri!

KALIAN SEMUA KORUPTOR!!

kalian semua koruptor
hanya kesempatan saja yang berbeda diantara kalian.
ada yang punya kesempatan menghilankan jejak uang bertriliyun rupiah.
ada yang hanya sekedar menembus lampu merah.

DAN BAHKAN KALIAN MASIH MAMPU BERALASAN!

berhentilah.
tolong berhentilah.
berhenti menjadi sok jagoan.

"saya yang benar dia salah."
"ikuti saya, dia itu cuma mempermainkan kalian."

atau anda yang berkoar2 dengan suara lantang
"kita ini satu bangsa, harusnya menyatukan semua perbedaan kita, blablabla"

namun diwaktu lain anda menjilat air liur anda sendiri.

kau tau, apa yang kita butuhkan sekarang ini?
kita butuh sosok. tersrah itu jin atau manusia.
kita hanya butuh sosok, yang berani mengatakan tidak karena tidak berarti kebenaran.

sosok yang benar2 memberikan manfaat untuk semua orang.
dan melakukannya dengan keikhlasan.

Keluarlah kau yang memang mencintai negara ini sepenuh hati.
Keluarlah, mulai dari dirimu sendiri.

aku mohon keluarlah.

tanah yang aku pijak ini,
hanya sanggup bertahan tidak lama lagi...

Halo Buggah

| Posted in | Posted on 19.30

0

Remember those walls I built
Well, baby they're tumbling down
And they didn't even put up a fight
They didn't even make up a sound

I found a way to let you in
But I never really had a doubt
Standing in the light of your halo
I got my angel now

It's like I've been awakened
Every rule I had you breakin'
It's the risk that I'm takin'
I ain't never gonna shut you out

Everywhere I'm looking now
I'm surrounded by your embrace
Baby I can see your halo
You know you're my saving grace

You're everything I need and more
It's written all over your face
Baby I can feel your halo
Pray it won't fade away

I can feel your halo halo halo
I can see your halo halo halo

Hit me like a ray of sun
Burning through my darkest night
You're the only one that I want
Think I'm addicted to your light

I swore I'd never fall again
But this don't even feel like falling
Gravity can't forget
To pull me back to the ground again

Feels like I've been awakened
Every rule I had you breakin'
The risk that I'm takin'
I'm never gonna shut you out


Everywhere I'm looking now
I'm surrounded by your embrace
Baby I can see your halo
You know you're my saving grace

You're everything I need and more
It's written all over your face
Baby I can feel your halo
Pray it won't fade away

I can feel your halo halo halo
I can see your halo halo halo

Everywhere I'm looking now
I'm surrounded by your embrace
Baby I can see your halo
You know you're my saving grace

You're everything I need and more
It's written all over your face
Baby I can feel your halo
Pray it won't fade away

Songwriters: Bogart, Evan Kidd; Knowles, Beyonce Gisselle; Tedder, Ryan Benjamin

Sekali2 bolehlah ya copas2 sdkt..

| Posted in , | Posted on 23.17

0



Pidato Steve Job di Acara Wisuda Stanford University


"Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah.

Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akanmenyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukuptiga.



Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik

Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetapberkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah.

Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir.Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena "kecelakaan" danmemberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi.

Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pundiperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara danistrinya.



Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran ingin bayiperempuan.

Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkantelepon larut malam dari seseorang: "kami punya bayi laki-laki yang bataldipungut; apakah Anda berminat?

Mereka menjawab: "Tentu saja."Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliahdan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA.

Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapabulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampaiperguruan tinggi. Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah.

Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya denganStanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawairendahan-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihatmanfaatnya.

Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimanakuliah akan membantu saya menemukannya.

Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumurhidup mereka.

Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik.Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusanterbaik yang pernah saya ambil.

Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minatidan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai.

Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingganebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya.

Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membelimakanan.

Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makananenak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya.

Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu danintuisi, ternyata kemudian sangat berharga.

Saya beri Anda satu contoh:

Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Diseluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengansangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal.Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajarjenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasikata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi citarasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains.Sangat menakjubkan.

Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namunsepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama,ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipograficantik.

Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memilikisedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windowsmenjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu.

Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, danPC tidak memiliki tipografi yang indah.

Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masihkuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.

Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Andahanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang.

Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai dimasa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karmaAnda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyakperbedaan dalam kehidupan saya.



Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.

Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan sayamengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun.

Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berduamenjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan.

Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dansaya baru menginjak usia 30.

Dan saya dipecat.

Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulahyang terjadi.

Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangatberkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya.

Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaandalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan.

Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.

Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya,tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan.

Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -sayagagal mengambil kesempatan.

Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atasketerpurukan saya.

Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dariSilicon Valley .

Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukaipekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya.

Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagidari awal.

Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecatdari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya.

Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula,segala sesuatunya lebih tidak jelas.

Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.

Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, laluPixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya.

Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputerpertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses didunia.

Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan sayakembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadijantung bagi kebangkitan kembali Apple.

Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir diatas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit,namun sebagai pasien saya memerlukannya.

Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangankepercayaan.

Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karenasaya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai.

Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akanmenghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraihdengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bilamengerjakan apa yang Anda sukai.

Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akanmengatakan bila Anda telah menemukannya.

Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesraAnda dengannya.

Jadi, teruslah mencari sampai ketemu.Jangan berhenti.



Cerita Ketiga Saya: Kematian

Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: "Bilakamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatuhari kamu akan benar." Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saatitu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi danbertanya kepada diri sendiri: "Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah sayatetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?" Bila jawabannya selalu"tidak" dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah.

Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukanuntuk membantu membuat keputusan besar.

Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut maluatau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakikiyang tetap ada.

Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakanberpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa.

Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scanpukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas.Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada sayabahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup sayatidak lebih dari 3-6 bulan.

Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yangmerupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati.

Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segalahal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang.

Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda.Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal.

Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut.Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut danlambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor.

Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana , mengatakan bahwa ketikamelihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwajenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi denganoperasi.

Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengankematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.

Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakinkepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna:

Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidakingin mati dulu untuk mencapainya.

Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan,memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan.

Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untukdigantikan yang muda.

Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.

Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain.Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiranorang lain.

Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hatiAnda.

Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisiAnda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan.

Semua hal lainnya hanya nomor dua.

Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama "The Whole EarthCatalog", yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya.

Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauhdari sini di Menlo Park , dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhanpuitisnya.

Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadisemuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid.

Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google:isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat.

Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi "The Whole Earth Catalog",dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir.

Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda.Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari,jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang.

Di bawahnya ada kata-kata: "Stay Hungry. Stay Foolish." (Jangan Pernah Puas.Selalu Merasa Bodoh/ Jangan merasa pintar).

Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka.Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu.Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkanAnda juga begitu.

Stay Hungry. Stay Foolish."

Videonya bisa diakses di sini

dicopas dari http://www.facebook.com/notes/rahmat-wibowo/pidato-steve-job-di-acara-wisuda-stanford-university/ 451848161227

iReview : Inception

| Posted in | Posted on 01.56

0




ide awalnya simple sebenarnya,,sangat simple. atau simpel?
kebanyakan orang pernah mengalaminya.setidaknya saya
apa gerangan?

mimpi dalam mimpi.

tapi memang, saya belom pernah mengalami mimpi yang dimana saya sedang bermimpi bahwa saya sedang bermimpi.

menguasai mimpi.

sadar sepenuhnya dalam mimpi bahwa saya memang sedang bermimpi.
saya pernah begitu.
entah di alam bawah sadar saya, berkat hasil latihan bertahun2 -ceileeee-, saya bisa menyimpulkan bahwa saya sedang bermimpi.
alhasil, saya melakukan apa saja yang saya mau.
apa yang saya lakukan?
well..let's just say that it was really gooooooood

mencuri sesuatu dari mimpi
menanamkan ide dari mimpi

that's something new!!
NOT!

lets just say,
our real life is our dream.

so, can we steal other people's dream?
can we implant something on someone's mind?

yes we can.

dan disini saya, setelah menonton this da*mn movie berkali2 (lebay)
setelah 2 bulan berlalu (lebayer)
selalu nonton di Blitz PP di hari sabtu atau minggu(lebayest)

masih tetap memikirkan, bagaimana bisa si Christopher Nolan memikirkan ide simple ini menjadi sesuatu yang briliant.

kenapa masih dipikirkan?
karena saya ngarep bahwa si Cobb sudah kembali ke dunia nyata.
memangnya tidak?
memang tidak.
lalu kenapa saya masih mendebat bahwa dia sudah di dunia nyata?karena saya berpikiran positif B-)
berpikir semua akhir harus bahagia.
which is good I think

harapan kepada orang lain untuk berbahagia.
terserah kenal atau tidak.
terserah ngaruh ato ga.


"What's the most resilient parasite? An Idea. A single idea from the human mind can build cities. An idea can transform the world and rewrite all the rules. Which is why I have to steal it. "


see?
Christopher Nolan did a hell of a job
he stole our idea
he transformed the world and rewrite all the rules
his single idea build some kind of city that can bend over just like that
his idea..
he is resilient
he is the parasite
he did the inception

Kesempatan Selalu Datang Terus-terusan

| Posted in | Posted on 10.39

0




hmm..
mungkin pada awal2 dalam perjalanan karier-ku ini,
aku akan terus2an bersama kalian, hingga nanti aku semakin melebarkan lingkaran kehidupan..
bukan berarti nanti ketika lingkaran itu semakin besar, aku tidak bersama kalian lagi, teman.

namun teman,
aku tau engkau sangat professional, seorang pemimpin yang tahu tanggungjawab,
dan pastinya kau tau bagaimana rasanya berada disepatu ku saat ini.

ya teman, aku ngarep.
aku ngarep untuk memberikan titik, garis, bidang, dan ruang kepadamu yang nantinya kau jadikan kehidupan.
aku ngarep mendapatkan kesempatan untuk memberitahu mereka bahwa aku ada.
aku ngarep mendapatkan kesempatan berkarya di tanah kelahiran ku.
aku ngarep batu loncatan ku segera tiba.

tapi yaah..
aku kira, kamu tidak se-professional seperti kata mereka.

namun kau tetap teman.

karena professional dan teman, itu dua hal yang berbeda.
jangan kuatir, aku bisa membedakannya

smoga kita semua selalu berusaha untuk menjadi yang lebih baik
Amin

Review Film : Despicable Me

| Posted in | Posted on 21.19

0



Lmaorolfbtcstcndbfootwifoagwllbgwthrootraiakbayb!!!!
(laughing my ass off rolling on the floor biting the carpet, scaring the cat, nearly dying by falling out of the window in front of a guy who looks like Bill Gates who then horrified, runs out onto the road and is accidently killed by a yellow bulldozer)

review selesai

Hot Inside, Cool Outside

| Posted in | Posted on 00.39

0

panas dalam,,,beuh

blom pernah ngrasain yang sperti ini sblmnya.
nelen sakit, --> tidak berarti menelan sakit tetapi apabila menelan makanan, langit2mulut terasa sakit,
lidah serasa tebal, yang kerasa cuma rasa pedas,
bibir bawah kayak tebal juga, agak putih2 memang,
dan ada sekitar 5 (lima) (five) sariawan kecil di lidah, terletak dari bujur barat hingga bujur timur sesuai teori relativitas Einstein.

lalu apa kabar The Panas Dalam?
berikut potongan liriknya.

apa jadinya dunia tanpa nia...
apa jadinya dunia tanpa nia...

hanya ada du...
hanya ada du...

03 Juli 2010

| Posted in , , | Posted on 23.34

2

mungkin karena rumah kami memang dekat,
mungkin karena saya sipit dan dia hitam pekat,

barangkali karena mobil pinknya yang mencolok,,
yang punya mesin berderu2 kencang meskipun belom mancogok..

barangkali dia yang rela turun mengetuk pintu rumah pada pukul 0645 pagi,
tak tampak kesal yang harusnya dia kesal sekali
saya yang numpang malah saya yang telat stiap hari
akhirnya hanya menunggu di depan simpang gia,
kalau bertemu syukur, kalau tidak bergantung di bis kota..

mungkin karena dia yang pulang sekolah bermain CM dulu di rumah
bermain bola di rumput kecil, dengan bunga stinggi betis, sebagai pagar betis,
yang menendang bola keluar, jadi kiper secara otomatis..

barangkali dengan dia dan temannya bernama andre sasmita
dimana kita bersepeda,
meneguk es teh bersama
tak lupa mengemut gula-gula
tanpa sadar hari itu sudah masuk bulan untuk berpuasa

mungkin karena girangnya kita sekelas bersama rio khasananda
dan anak2 lainnya
betapa enaknya anak2 bego ini disatukan di satu kelas yang sama
tak ada belajar yang ada hanya tawa
kecuali saya yang mendapat nilai sempurna dalam matematika
ketika PRA EBTANAS tiba
hahahaha

mungkin karena kita dengan thariq shahrizal
berfoto dengan dia memegang kipas seperti kakak chou

barangkali karena "as you know" nya dia,
kalimat yang selalu menjadi pembuka speechnya dalam kelas english
hingga guru besar itu akhirnya berkata,
kelak sahabatku ini akan menjadi orang besar..

mungkin karena waktu SPMB duduk bersama,
dia terjun ke hukum UI, aku pergi ke jalan tirtayasa

mungkin karena dia bermain ZUMA
hingga ayah dan bunda selalu tak henti memainkan itu

mungkin juga bukan karena apa2
hahahaha

dia, Bayu Jaya Kusuma,
yang pada 3 Juli 2010 kemarin resmi menjadi suami Dira Sylvania
bisa juga akhirnya jadi Dira Sylvania Jaya Kusuma...hihihi

selamat padamu sobat,
smoga selalu lekat,
berbahagia dunia dan akhirat.

:)




image courtesy of Sherly Endika P