Tampilkan postingan dengan label Milestone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Milestone. Tampilkan semua postingan

AA/1

| Posted in | Posted on 17.31

0

 AA/1, difoto pada 29 Agustus 2013


Perancangan rumah yang di-Arsiteki bapak Rimaldi Nurdin ini awalnya hanyalah berupa penyambungan titik demi titik, yang kemudian menjadi garis-garis. Garis-garis ini lalu bertransformasi menjadi bidang-bidang yang hingga saat ini membentuk ruang-ruang hidup kami.

Masih kemarin rasanya aku dalam raga yang berumur empat atau lima tahun tersandung di tangga rumah ini. Jatuh tepat di sudut tangga pada tulang kering kaki kanan. Jangan tanya seperti apa rasanya. Tangga di sebelahnya, jumlahnya dua anak tangga lebih banyak, adalah tempatku melompat terjun, dari atas ke bawah. Seru.
 
Di ruang tv jika kau datang pada waktu yang tepat, bisa engkau lihat ruang itu bisa ditransformasi menjadi satu sisi lapangan bulutangkis. Sisi lainnya ada diseberangnya, hanya saja level lantainya 30 cm di atas ruang tv. Railing yang membatasi kedua ruangan itu menjadi net nya. Lucunya, baru saat aku mengetikkan ini sekarang, aku sadar, bahwa net yang selama ini aku kenal, merupakan sebuah railing. Kami, Ayah-Bunda-dan aku rasanya tak pernah menyebut railing ini sebagai railing. Begitu juga orang yang datang, kami selalu memperkenalkannya dengan panggilan, "net".
 
Pada pelataran belakang rumah, dulunya hanya tanah. Ada 2 pohon hidup disana dan sebuah sumur yang besar, mungkin 1,5 meter diameternya. Di sana pernah menjadi dapur yang super sibuk ketika Makdang mengadakan pesta pernikahan, tempat Bunda mencabut gigiku, tempat Aik setiap hari mencuci dan menjemur baju, atau tempat peristirahatan Doggy sementara sebelum dipindahkan. Di sore hari,  aku dalam raga berumur delapan atau sembilan tahun, bermain seluncuran di lantai keramik itu dengan lantai yang sudah ku sapu, kemudian disiram air (tergantung kondisi, menggunakan air atau air yang sudah dicampur sabun). Perlu berlari 3-4 langkah dulu untuk mendapatkan kecepatan awal lalu kemudian melipat kedua kaki seperti posisi duduk antara dua sujud, and then just slideeeeeeeee... Senang.
 
Awalnya, kamar Ayah-Bunda adalah kamarku juga. Sampai tiba masanya, yang juga diiringi perpisahan kepada majalah Bobo, aku harus berpisah untuk tidur sendiri, di kamar yang dulu kami sebut kamar Makdang. Lemari dua pintu dengan tinggi sekitar 150 cm berwarna coklat itu juga ikut pindah. Poster David Hasselhoff, pemeran utama serial Knight Rider (yang tentunya sudah saya coret-coret), pelan-pelan digantikan oleh poster-poster Spiderman dan superhero lainnya. Terakhir, lemari itu sudah Ayah cat menjadi warna Ivory White dan masih ada stiker Lazialita disana. Keluaran majalah Liga Italia, majalah yang sudah tidak terbit lagi.

Kalau istri ku kecilnya ingin bekerja dengan mengoperasikan meja kasir, kecilnya aku sepertinya ingin menjadi kernet bis kota. Lemari tiga pintu Ayah yang ditengahnya merupakan pintu full cermin, adalah tempat percobaanku menjadi kernet. Handle pintunya menjadi pegangan, simulasi terhadap pegangan di bis dan cermin lemari menjadi kaca bis. Dengan latihan ini aku jadi bisa bergantungan di bis ketika berangkat dan pulang sekolah.

Akan menjadi beberapa jilid buku rasanya jika aku menuliskan pengalaman puluhan tahun dilindungi atap AA/1 ini. Buku itu akan menjadi buku untuk bahan bacaan keluarga sekaligus masuk kurikulum sekolah yang berisi komedi, romansa, religi, horror, misteri, tragedi, sejarah, ekonomi, seni, arsitektur, manajemen, fisika, kesehatan masyarakat, kedokteran, sosiologi, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, bahasa daerah, keterampilan, kedisiplinan, kepemimpinan, kesabaran, pengorbanan, kemenangan, kekalahan,..  it taught us our life.

Rumah ini, akan selalu menyimpan semua kenangan kami. Hal yang sederhana seperti ketika kami makan malam bersama hampir setiap hari diruang yang sama, di meja makan bundar yang awalnya berwarna coklat kehitaman kemudian di cat ivory white juga oleh Ayah, diterangi lampu berwarna putih pada ceilingnya, akan selalu mengisi memori kami. Di ujung sana ada Aik yang dengan tenang menonton TV tanpa suara, duduk di tangga yang punya bekas darah kaki kanan tulang keringku. Di musim hujan, air mulai menembus nat keramik di ruang TV, menciptakan kolam dengan kedalaman 3-5 cm. Kalau saja kejadian banjir kecil-kecilan ini dialami Rai, kolam ini akan menjadi surga kecilnya.

Seringkali kami hanya berempat -termasuk Aik- dirumah ini. Tapi itu tak menjadikan rumah ini hening dan sepi. Gelak tawa, canda, dan derita yang kami alami telah membentuk dan menjadikan kami manusia seperti sekarang ini. Perantauanku sekitar 12 tahun yang lalu meninggalkan Ayah dan Bunda sebagai penghuni resmi yang tersisa. Dari apa yang kurasakan setiap pulang, rumah ini tak berubah menjadi dingin. Kehangatannya tetap ada. Masih, kehangatan sederhana. Entah itu hanya sekedar mencuci pakaian, menyantap makanan, atau kegiatan sendiri-sendiri mereka, tetap dilakukan berdua, di bawah atap ini.

Kekalahan rumah ini dari panasnya api bukan akhir bagi saya atau Ayah dan Bunda. Keikhlasan hanyalah satu hal yang harus kami miliki tanpa berharap apapun.  

Terakhir, doaku, di rumah manapun Ayah dan Bunda berada, semoga mereka selalu menemukan rumah yang memberikan kehangatan yang sama seperti yang pernah AA/1 tawarkan kepada mereka. 

AA/1 will always be our house and our home.

Selamat jalan AA/1. Terimakasih atas perlindungannya selama 25-an tahun terakhir ini.

Kamera ditaruh di atas net, 29 Agustus 2013

 
 
We shape our buildings; thereafter they shape us. - Winston Churchill -

My Sony Ericsson W700i

| Posted in , | Posted on 08.28

0

kartu di atas lah yang ku perlihatkan kepada mbak yang menjaga counter O*E Sh*p di sebuah mall di jakarta.
"mbak, ini saya mau minta tolong potongin kartunya"
"baik mas saya ambil kartunya ya. lho ini kartu luar negeri mas?"
"haaaaa?!"
"satelindo itu dari mana ya?chip nya juga besar.."
"hooooaaaaaa....???!!!" hoa ku terhenti ketika mbak disebelah mbak yang masih terkesima akan penampakan kartu "luar negeri" merespon dengan baik.
"kartu ini kartu lama mas, chipnya masih besar. kalau kita potong, chipnya juga ikut kepotong. (sambil mencontohkan perbandingannya). mas harus ke galeri indosat untuk minta ganti kartu, lalu baru bisa dipotong."
"hooo...baik mbak, terimakasih ya"

tebakanku, pada tahun 2003 yang lalu,ketika satelindo masih terpampang -bukan indosat- mbak pertama yang melayaniku masih berumur 8-10 tahun. 

dan akhirnya, setelah mengikuti saran mbak kedua tadi, urusanku berpindah ke galeri indosat. tanpa proses yang ribet, akhirnya aku tahu bahwa mustahil untuk menyimpan sim card ini sembari memiliki sim card yang baru.
"buat kenang2an ya mas?"
"iya mbak, sudah bersama saya semenjak tahun 2003. itu sudah 10 tahun yang lalu lho mbak."
"kalau handphonenya, sudah dari kapan mas?"
"dari 2006 mbak. itu berarti sudah 7 tahun ya mbak?"
mbaknya ngitung..7..8..9..10..11..12..13..
"iya mas, sudah 7 tahun. pantes penampakan handphonenya udah kayak begini mas"
"iya mbak, bagaikan singa di afrika, setiap goresan yang terlihat maupun tidak adalah bukti perlawanan dia terhadap dunia yang kami jalani. selama 7 tahun ini, dia cuma cuti 2 minggu mbak. itu juga karena melindungi paha saya dari tusukan aspal2 kasar ketika saya jatuh dari motor sekitar tahun 2007 atau 2008. saya bawa ke tempat service, di sana dia 2 minggu. recovery. alhamdulillah, recovery-nya sukses. jatuh dari ketinggian 30 cm sampai 1.5 meter dia pernah. malah pernah terjun bebas ketika saya ga hati2 menyimpan dia di saku jaket dengan kantong terbuka. lagi bawa motor saya mbak, kecepatan 30 km/jam lah. lagi di jalan komplek gitu. jalanannya beton. tiba2 dari arah kanan saya ada yang manggil sambil nyetir juga, mas ini handphonenya jatuh sembari menyerahkan dia ke saya. setelah saya berterimakasih, saya berhenti melihat kondisinya. luka goresannya bertambah, tapi dia sehat.
pernah juga ketika hujan deras, saya lagi dimotor, tiba2 dia bergetar di paha saya, memberikan isyarat bahwa ada yang telpon. saya memang sedang janjian dengan orang makanya saya harus jawab panggilan orang itu. saya berhenti, saya rogoh2 kantong, saya jawab panggilannya dalam hujan. setelah selesai berbicara, saya letakkan dia kembali di dalam kantong celana yang kemudian dilindungi oleh celana anti air. sesampai dirumah, saya pijit tanda * nya, mau membuka kuncinya. tapi yang keluar layar putih, juga ditemani seperti bercak2 air. di saat itu saya langsung menyesal, berpikir harusnya jangan seperti ini kalau mau pensiun. pensiun lah dengan terhormat. bagai pemain sepakbola yang sudah menjadi legenda, akan lebih baik pensiun dengan kebanggaan sambil berlari2 kecil mengelilingi lapangan menerima penghargaan dari fans setia daripada harus ditandu keluar lapangan untuk menghadapi kenyataan bahwa dia sudah tidak bisa bermain lagi. saya kemudian membuka tutupnya, mencabut batere nya dan membenamkan dia bersama beras. saya tinggalkan sekitar 2 jam disana. alhamdulillah, dia keluar dengan segar. berfungsi dengan baik tanpa kekurangan apapun."
"hidupnya berat ya"
"iya mbak. alhamdulillah saya dapat rezeki handphone buat nggantiin perannya selama ini. mungkin memang inilah waktu yang tepat untuk dia pensiun."
"ini mas, sim card mas yang lama sudah nonaktif. sim card yang baru silahkan mas masukkan kira2 sejam dari sekarang. boleh lebih ga boleh kurang. nanti ada pilihan2, mas pencet2in OK aja."
"baik mbak, terimakasih"

maka di hari itu adalah hari terakhir masa baktimu kepadaku. terimakasih kuucapkan kepadamu atas tahun2 pengabdianmu, jasa2mu menghantarkan pesan2ku. pengingatku dalam kealpaan ku.membangunkanku dalam tidurku.


pagi hari di hari berikutnya, tanpa sim card berada dalam dirimu dan kutinggalkan kau dalam keadaan non aktif, kau masih tetap misuh2 meneriakkan alarmmu, membangunkan kami. aku tahu, aku hanya lupa mematikan alarmmu. tapi pada mindset ku sekarang, yang sudah bersiap mental akan pensiunnya dirimu, adalah sebuah hal yang luar biasa kau lakukan itu. aku anggap kau masih belum mau pensiun seutuhnya.

terimakasih...

Tekad, Semangat, Mimpi, dan Takdir

| Posted in , , | Posted on 15.31

0

Nak.. Mari sini, Ayah ceritakan tentang kisah bagaimana sebuah tekad, semangat, mimpi, dan takdir yang selalu mengiringi perjalanan manusia. 

Dulu, sebelum Momi hamil, Momi sudah mengatakan dengan jelas bahwa Momi ingin persalinan normal. Ayah meng-iya-kan dengan sukacita, meskipun tak sedikit kenalan Momi yang memperingatkan betapa SAKIT nya persalinan normal itu. Tapi Nak, Alhamdulillah tekad Momi begitu besar, bahkan sepertinya lebih besar daripada tekad untuk menerima lamaran Ayah. :p 

Alhamdulillah semua proses mengalir seperti air.. Oh ya, ada satu cerita kecil sebelumnya. Ayah sampai sekarang tidak tahu hal ini berkaitan dengan kehamilan Momi atau tidak, namun ada di satu hari, beberapa hari sebelum Momi mendapatkan 2 garis merah yang satunya agak samar pada testpack kesekian yang telah kami coba, Ayah merasakan mual. Mual yang benar2 mual. Ayah ingat pagi itu Ayah tidak kekantor tapi langsung ke lapangan dan kemudian ke Tangerang lihat2 marmer. Dari mulai inspeksi lapangan sampai ke Tangerang kemudian sampai lagi di Jakarta, mual itu tak kunjung hilang. Opa Boss pun sampai bertanya-tanya kenapa Ayah terus2an sendawa dan hoek-hoek. Tapi jauh di pikiran Ayah waktu itu, entah kenapa Ayah yakin bahwa ini adalah pertanda bahwa Momi telah hamil. 

Beberapa hari kemudian, tetesan air mata bahagia mengiringi kabar ini yang disampaikan Momi via telpon -hari itu Momi izin sakit karena sudah tidak enak badan dari kemarinnya-. Malam itu juga kami langsung ke RS untuk memastikan keberadaan mu di perut Momi. 

Alhamdulillah, sejak itu pula engkau mulai iseng ke Ayah dan Momi. Ya, Ayah juga sempat mengalami fase yang disebut "ngidam". Ayah bukan orang yang gampang percaya akan hal yang seperti itu Nak. Sampai Ayah mengalami sendiri bagaimana "ngidam" itu, Ayah tetap berkesimpulan bahwa "ngidam" hanya proses biasa dimana seseorang menginginkan sesuatu. Kebetulan sesuatu yang diinginkan ini dirasakannya pas hamil. Dan karena hamil, kasian kalau tidak dituruti. Semua kesimpulan itu salah. Ayah tidak tahu bagaimana menjelaskannya secara ilmiah, namun apa yang Ayah rasakan bukan sekedar keinginan untuk mendapatkan sesuatu. Keinginan itu begitu kuat, sampai2 hanya dengan membayangkan [waktu itu Ayah tiba2 ingin bumbu rujak bubuk rasa manis pedas yang dulu sering dibelikan Nekbun sebagai pelengkap Ayah menyantap jambu biji belakang rumah Simpang GIA] bumbu rujak itu, air liur mengalir deras dari dalam mulut. Pikiran tidak tenang, fokusnya hanya kepada rasa dan bentuk bumbu rujak itu. Momi langsung tertawa begitu Ayah mengalami hal ini. Sepulang kantor kami pergi ke Kemchick, karena setahu kami semua bumbu ada disini. Benar saja, begitu melihat bumbu yang Ayah sudah idam2kan, Ayah sedikit melompat girang. Yep, melompat....sedikit kok tapi. :D 

Bagaimana dengan keisengan mu pada Momi? Pada trisemester pertama, Momi tidak bisa memakan makanan yang sama pada hari yang sama. Sombong kalau waktu itu Ayah bilang ke Momi :p Trisemester kedua, engkau menunjukkan darah Padang yang engkau bawa dari Ayah dan Nekbun dengan cara memberikan nafsu makan lebih ke Momi terhadap masakan Padang serta makanan yang berbahan baku Mie. Makanan yang sangat jarang bahkan tak pernah disentuh oleh Momi ketika Momi belum hamil. Trisemester ketiga, lagi2 engkau menunjukkan darah yang Ayah wariskan padamu dengan meminta Momi memakan makanan dengan porsi besar. Pernah waktu itu Momi membeli mie goreng yang ternyata porsinya untuk 3 orang. Sebelum makan, Momi bilang ke Ayah, "bang, kayaknya ini buat sarapan aja deh, banyak banget soalnya." Ayah cuma jawab dengan menoleh sedikit lalu berkata "iya". Tak sampai 10 menit kemudian, Momi terperanjat sendiri melihat makanannya sudah hampir habis. Tak kurang dari 3 menit kemudian, piringnya sudah bersih. [Sebenarnya ini bukan dari darah Ayah yang suka makan banyak nak, memang Momi yang butuh asupan makanan lebih banyak :p] 

Pernah juga, ketika akhir bulan ke tiga kehamilan, Momi demam tinggi. Tengah malam itu ketika Ayah baru pulang, Momi sedang meringkuk di kasur, menggigil. Ayah kemudian meletakkan termometer di ketiak Momi dan kaget dengan panas Momi yang mencapai 39.5. Sempat turun karena sudah diberi obat, namun naik lagi pada pagi harinya. Pagi itu juga Ayah bawa Momi ke tempat yang kelak menjadi rumah sakit tempat engkau lahir. Tak mau ambil resiko, meskipun diagnosa penyakitnya belum jelas, Ayah meminta Momi dirawat saja. Beberapa jam setelah dirawat, Alhamdulillah Momi segar bugar. Tim dokterpun tidak mempunyai diagnosa khusus tentang penyakit Momi. Karena ada demam tinggi, dokter hanya menyebutkan ada infeksi bakteri. Pada hari itu juga, kami memahami maksud kenapa Momi harus dirawat di RS. Kesimpulan kami adalah, engkau anakku, ingin pamer 'monas'mu yang ternyata pada akhir bulan ketiga ini sudah bisa dilihat jelas di USG. Rada cepat menurut penuturan dokter. Alhamdulillah. 

Engkau yang semakin detik semakin besar di dalam perut Momi, tidak mengurangi semangat Momi untuk tetap beraktifitas seperti biasanya Nak. Momi tetap semangat bekerja, kesana kemari, naik turun tangga. Naik turun tangga ini juga sempat menimbulkan rasa kuatir dari Nema dan Nekbun. Alhamdulillah kondisi badan Momi selalu terjaga. 

Akhirnya, hari Minggu tanggal 24 Februari 2013, sepulang kami mencari makan siang sembari berjalan-jalan mencari barang2 untuk engkau anakku pakai nanti, ada flek yang keluar dari Momi. Setelah sampai di ruang observasi RS, kami mendapati bahwa Momi belum bukaan 1, tapi sudah menuju waktunya lahiran. Momi memilih pulang dulu daripada langsung dirawat di kamar RS agar bisa lebih rileks. Ternyata untuk 2 hari kedepan, rileks akan menjauhi Momi. 

Setiba di kosan, percobaan Momi untuk tidur terganggu karena kontraksi yang sudah semakin sering. Ayah hitung di Sony Ericsson W700i Ayah [akhirnya handphone keluaran 2005/2006 ini menunjukkan kualitasnya yang tidak kalah dengan blackBerry yang katanya smartphone *sarcasm detected*] kontraksinya sudah 1 kali dalam 3-5 menit. Momi hanya bisa 'kesliwet' 2-3 menit, kemudian terbangun merasakan kontraksi beberapa detik, dan begitu seterusnya. 

Sebelum Subuh kami sudah kembali berada di ruang observasi, mendapati Momi sudah pembukaan 1. Hingga 24 jam kedepan, ternyata pembukaan Momi baru naik menjadi pembukaan 2 nak. Meskipun hanya naik 1 pembukaan, sakit yang dialami oleh Momi sudah menjadi sangat luar biasa. 

Dari awalnya yang bahkan Momi tidak tahu itu kontraksi atau bukan, kemudian meningkat menjadi kontraksi yang masih bisa dinikmati sambil sedikit ketawa-ketiwi dengan celetukan2, dan kemudian levelnya naik ke kontraksi yang bisa membuat kuku Momi menancap di kulit Ayah. Tidak, kuku Momi tidak panjang nak, rasa sakit yang luar biasa dari kontraksi itulah yang menyebabkan Momi bisa menancapkan kukunya. Bagian bawah ranjang rumah sakit juga jadi sasaran tendangan Momi. 

Erangan sakitnya Momi menyayat hati Ayah nak. Bohong itu semua penelitian yang mengatakan sakitnya seperti beberapa tulang patah dalam satu waktu. Apa yang Momi alami Ayah rasa jauh lebih sakit. Sakit yang pada satu titik, membuat Momi sampai ke tingkat pasrah seperti di film Life of Pi. Di adegan dimana Pi berteriak ke langit ketika badai datang, berteriak kepada Tuhannya untuk membawa dia pergi sekarang juga. Kepasrahan terhadap Allah SWT itu nak,-bukan kemarahan- yang mengingatkan Ayah kepada adegan itu.

Dinding yang menahan air mata Ayah dari awal Momi menahan sakit runtuh sudah, tak terbendung. Kelak engkau akan mendengar cerita dari semua orang bagaimana sakitnya proses persalinan normal. Tapi engkau tak akan pernah benar2 sadar bagaimana sakitnya sampai orang yang kau janjikan untuk selalu hidup bersama atas dasar cinta kasih meraung2, menggeliat kesakitan menahan sakit, di depan matamu. 

Air mata Momi yang dari awal sudah keluar akhirnya bertemu dengan air mata Ayah. Kami berpegangan tangan, saling menguatkan satu sama lain. Memberi semangat, memberi mimpi, memberi harapan, saling mengingatkan, bahwa engkau anakku, sudah semakin dekat ke dunia ini, sudah semakin dekat untuk kami dekap. Nyata. 

Andaikan waktu itu kami menyerah, andaikan waktu itu Momi menyerah dan memilih untuk Operasi karena tak tahan rasa sakitnya, maka kami tak akan pernah bisa merasakan bagaimana akhirnya hanya beberapa jam dari sana, engkau lahir dengan proses normal dari jalan lahir Momi. Tekad baja Momi mengalahkan rayuan palsu operasi nak. Semangat Momi meraih mimpi tak pernah pudar. Dan Alhamdulillah, takdir dari Allah akhirnya terkuak. 

Hari Selasa pagi tanggal 26 Februari 2013 itu, tangisanmu mengisi dunia kami. Tangisan yang bisa melupakan segala kesakitan yang baru saja Momi alami. Alhamdulillah, setelah engkau mendengarkan Adzan dari Ayah, engkau, Raidan Afkar Izzananta (R.A.I) [seorang anak yang patuh kepada kedua orang tuanya -Izzan,Ananta-, yang kelak menjadi pemimpin -Ra'id- yang bijaksana -Afkar-, yang kehadirannya bermanfaat baik bagaikan AIR[bahasa]-anagram R.A.I- dan AIR[english]-anagram R.A.I- untuk keluarga dan orang2 disekitarnya] berkenalan dengan dunia. Rai, meet world.. World, meet Rai.. 

Mohon doa dari Raidan nak, doakan agar Ayah dan Momi bisa menjalani amanah dari Allah ini dengan baik, sehingga bisa menjadikan Raidan seorang yang patuh kepada Ayah dan Momi, menjadi pemimpin yang bijaksana, dan senantiasa bermanfaat baik bagi semua. Aamiin...

17 Agustus 2010

| Posted in , , | Posted on 00.02

0

adalah hari ini.



tidak kah kau muak dengan tanah yang kau pijak ini?
tanah yang sudah penuh dengan darah saudara kau sendiri.
saudara yang kau ambil jatah makannya, kau curi uangnya, kau curi harga dirinya.

lalu kau, kau yang memakai trotoar sebagai tempat berputarnya roda motormu.
kau yang menerobos lampu merah karena kau rasa tanggung jalanan masih kosong.
anda, anda yang bernama perusahaan parkir yang ternyata mengambil kembalian ku bernilai Rp 500 rupiah bbrapa kali dgn alasan tak ada uang kecil.
namun ketika suatu hari kuminta apa yang anda utangkan, anda anggap aku ini hanya pembohong kecil yang mencari peruntungan.

lalu apa kabar kamu yang menggunakan jalur transjakarta sedangkan kamu tau itu bukan hak mu?terserah kamu itu pejabat yang mau rapat dikejar2 jadwal yang super duper padat.

KORUPTOR KALIAN SEMUA!

kalian tau arti korupsi kan?
kalian tau mengambil hak orang lain itu korupsi?

lalu di satu momen kalian berteriak tentang adili koruptor.
kalian seharusnya mengadili diri kalian sendiri!

KALIAN SEMUA KORUPTOR!!

kalian semua koruptor
hanya kesempatan saja yang berbeda diantara kalian.
ada yang punya kesempatan menghilankan jejak uang bertriliyun rupiah.
ada yang hanya sekedar menembus lampu merah.

DAN BAHKAN KALIAN MASIH MAMPU BERALASAN!

berhentilah.
tolong berhentilah.
berhenti menjadi sok jagoan.

"saya yang benar dia salah."
"ikuti saya, dia itu cuma mempermainkan kalian."

atau anda yang berkoar2 dengan suara lantang
"kita ini satu bangsa, harusnya menyatukan semua perbedaan kita, blablabla"

namun diwaktu lain anda menjilat air liur anda sendiri.

kau tau, apa yang kita butuhkan sekarang ini?
kita butuh sosok. tersrah itu jin atau manusia.
kita hanya butuh sosok, yang berani mengatakan tidak karena tidak berarti kebenaran.

sosok yang benar2 memberikan manfaat untuk semua orang.
dan melakukannya dengan keikhlasan.

Keluarlah kau yang memang mencintai negara ini sepenuh hati.
Keluarlah, mulai dari dirimu sendiri.

aku mohon keluarlah.

tanah yang aku pijak ini,
hanya sanggup bertahan tidak lama lagi...

03 Juli 2010

| Posted in , , | Posted on 23.34

2

mungkin karena rumah kami memang dekat,
mungkin karena saya sipit dan dia hitam pekat,

barangkali karena mobil pinknya yang mencolok,,
yang punya mesin berderu2 kencang meskipun belom mancogok..

barangkali dia yang rela turun mengetuk pintu rumah pada pukul 0645 pagi,
tak tampak kesal yang harusnya dia kesal sekali
saya yang numpang malah saya yang telat stiap hari
akhirnya hanya menunggu di depan simpang gia,
kalau bertemu syukur, kalau tidak bergantung di bis kota..

mungkin karena dia yang pulang sekolah bermain CM dulu di rumah
bermain bola di rumput kecil, dengan bunga stinggi betis, sebagai pagar betis,
yang menendang bola keluar, jadi kiper secara otomatis..

barangkali dengan dia dan temannya bernama andre sasmita
dimana kita bersepeda,
meneguk es teh bersama
tak lupa mengemut gula-gula
tanpa sadar hari itu sudah masuk bulan untuk berpuasa

mungkin karena girangnya kita sekelas bersama rio khasananda
dan anak2 lainnya
betapa enaknya anak2 bego ini disatukan di satu kelas yang sama
tak ada belajar yang ada hanya tawa
kecuali saya yang mendapat nilai sempurna dalam matematika
ketika PRA EBTANAS tiba
hahahaha

mungkin karena kita dengan thariq shahrizal
berfoto dengan dia memegang kipas seperti kakak chou

barangkali karena "as you know" nya dia,
kalimat yang selalu menjadi pembuka speechnya dalam kelas english
hingga guru besar itu akhirnya berkata,
kelak sahabatku ini akan menjadi orang besar..

mungkin karena waktu SPMB duduk bersama,
dia terjun ke hukum UI, aku pergi ke jalan tirtayasa

mungkin karena dia bermain ZUMA
hingga ayah dan bunda selalu tak henti memainkan itu

mungkin juga bukan karena apa2
hahahaha

dia, Bayu Jaya Kusuma,
yang pada 3 Juli 2010 kemarin resmi menjadi suami Dira Sylvania
bisa juga akhirnya jadi Dira Sylvania Jaya Kusuma...hihihi

selamat padamu sobat,
smoga selalu lekat,
berbahagia dunia dan akhirat.

:)




image courtesy of Sherly Endika P

Memandang Dari Perspektif yang Berbeda

| Posted in , , , | Posted on 01.34

1



Cerita ini ditulis berdasarkan kisah nyata.

Barusan saya menempuh perjalanan singkat, hanya 20 menitan lebih, dari Depok ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Kenapa bisa hanya 30 menitan? karena hari ini hari Jumat pada pukul 00.30 WIB.

Saya pake taksi, yang berwarna biru. Tiba-tiba teringat perkataan teman kantor saya, "coba lo pancing aj, tanya,udah berapa lama jadi sopir taksi pak? udah deh, dari sana semua keluaaaaarr.."
Yap, itu katanya, dan itu yang saya lakukan barusan tadi itu.

"Brapa lama sudah kerja disini Mas?" (tampangnya masih muda)

"Saya belum lama Pak,
(itu bukan berarti tampang saya sudah tua, dia hanya bersikap sopan terhadap pelanggan -hihihi- )
baru empat tahun."

"Hoo..empat tahun itu belum lama ya pak?"

Pembicaraan terus berlanjut, hingga pada cerita dia tentang pengalamannya pernah bekerja di pabrik Garmen Korea, Jepang, dan China.
Dari pembicaraan itu, dia mulai bercerita lebih lagi, ke permasalahan dunia dan negara kita.

"Negara kita aneh Pak. Katanya juara Olimpiade Matematika, Olimpiade Fisika, dsb, tapi kok ga mau membayar orang-orang pintar itu untuk memajukan bangsa? Yang ada sekarang, duit keluar buat ngbayar gaji-gaji orang yang ga penting."
"Banyak lho pak, orang2 pinter kayak Pak Habibie. Tapi disini, mereka seperti tidak dihargai. Ya itu tadi, buat ngebayar yang ga penting semua." dia mengulang perkataannya, dengan nada semakin kesal.
"Lihat pesawat yang dibuat ama otaknya Pak Habibie, N-250 Gatot Kaca misalnya, sekarang sudah ga ada lagi. Kalau menurut saya, wajar pak Habibie disana, bukan di Indonesia. Skill nya dia dijaga dan lebih dihargai disana ketimbang disini."

"DEGH" --> itu jantung saya berdetak kencang

Kau bisa belajar dari siapa saja, kapan saja, dan dimana saja.
Saya juga berpikir hal yang sama. Saya berpikir negara kita tidak terlalu menghargai jasa para ilmuwannya, para peneliti, atau yang lainnya.
Tapi jika kau berada di taksi yang sama dengan saya waktu itu, dengan waktu dan posisi yang sama, di dalam taksi itu, kau akan tahu betapa semangat dan geramnya dia bercerita tentang hal ini. Kau akan tau betapa tingginya jiwa nasionalismenya.

Lalu apa hubungannya dengan tema “Dutch innovation, in my opinion” ?

Belanda, tidak dipungkiri lagi, adalah negara maju, maju teknologinya, budayanya (meskipun tetap menghargai budaya leluhur), ekonominya, pendidikannya, olahraganya, seninya, ARSITEKTURnya (ini saya besarkan tulisannya, bukan karena saya ingin membahas arsitektur, tapi karena saya bekerja di bidang arsitektur-hihihi), dsb. Sebutkan saja. Besar kemungkinan Belanda adalah salah satu yang terdepan dibidang yang kau mau.

Bagi anda yang seorang ilmuwan, sastrawan, seniman, arsitek (ga perlu saya besarkan lagi huruf-hurufnya), politikus, olahragawan, mahasiswa, ekonom, insinyur, dosen, atlet, atau apapun profesi anda, jika anda ingin tahu lebih jauh tentang Belanda dan inovasi-inovasinya buat dunia, anda bisa lihat disini.

Sudah di klik?
bagi yang belum, tolong klik link diatas terlebih dahulu.

Heran?
Jangan.
Bukankah jika anda ingin tahu apapun di zaman sekarang, anda tinggal klik situs pencari no.1 di dunia itu, lalu berbagai informasi berdesakan dalam antrian untuk masuk ke otak anda?

Kenapa saya menampilkan situs itu?
Kenapa bukan situs yang menerangkan tentang ilmu pasti atau ilmu sosial yang berasal dari Belanda untuk dunia?
Saya bisa saja mengetik di situs tersebut keyword berupa "Rotterdam the city of modern architecture"

Results 1 - 10 of about 70,300 for Rotterdam the city of modern architecture. (0.25 seconds)

Ada sekitar 70.300 artikel tentang keyword yang saya ketik.
Lalu kenapa saya tidak memilih salah satunya untuk dibahas disini?

Karena, setelah mas sopir taksi tadi berceletuk seperti yang anda bisa baca diatas, saya jadi berpikir, untuk apa ada inovasi dari negara lain, kalau kita disini hanya mencari artikel, membaca, dan sudah. Selesai begitu saja.
Saya bukan bermaksud bahwa artikel-artikel yang ada tidak penting.
Saya hanya menempatkan pandangan kita dari sisi yang berbeda.

Saya juga merasa tidak berhak, dari sekian puluh atau ratus profesi, kelompok, daftar, bidang, ilmu pengetahuan di dunia, saya merasa tidak berhak untuk hanya menampilkan arsitektur di tulisan saya kali ini.

Jika yang membaca tulisan ini alergi dengan tulisan arsitektur, apakah dia akan terus membaca sampai selesai?
Belum tentu.
Jika saya mengambil tema lain, tentang novel Sherlock Holmes misalnya, apakah mereka yang tidak suka cerita-cerita detektif akan tertarik untuk membacanya?
Tidak tahu.

Intinya menurut saya, begitu banyak pengaruh Belanda kepada dunia.
Begitu banyak inovasi Belanda yang terkenal dan mendunia.
Dan semua berasal dari disiplin ilmu yang berbeda.

Dan tulisan saya sekarang, bukan untuk kalangan terbatas yang ingin membaca bidang arsitektur atau sastra. Ini tulisan untuk semua masyarakat, yang merasa Belanda memang berinovasi untuk dunia.
Apa saja inovasinya?
Silahkan cari di situs pencari, sesuai bidang yang anda minati.

Kembali ke mas sopir taksi tadi.

"Banyak lho pak, orang2 pinter kayak Pak Habibie. Tapi disini, mereka seperti tidak dihargai. Kalau menurut saya, wajar pak Habibie disana, bukan di Indonesia. Skill nya dia dijaga dan lebih dihargai disana ketimbang disini."

Apa yang saya tangkap dari perkataan sederhana diatas adalah, sudah saatnya kita, masyarakat Indonesia belajar inovasi yang menurut saya terlupakan di search engine tersebut.

Berusaha lebih.

Delta Works Belanda tak akan pernah bisa berhasil kalau mereka tidak mau berusaha lebih keras lagi untuk mengatasi masalah mereka. Negara yang berada dibawah permukaan laut. Negara yang topografinya seperti kuali. Jika anda tak kenal Belanda, anda pasti berpikir, mana bisa ada kehidupan yang kotanya berada di bawah permukaan laut?

Tapi nyatanya?

Itu contoh yang positif. Masih banyak contoh-contoh lain yang bisa kita cari, sesuai minat kita, apabila kita berusaha lebih untuk mencari apa yang kita mau.
Coba saya lanjutkan ke contoh yang mungkin ada orang memandang ini sebagai contoh yang tetap positif.

Red Light District.
Nama itu cuma istilah. Kalau di Indonesiakan, artinya mungkin kurang lebih seperti Lokalisasi.
Apakah cuma Belanda yang punya lokalisasi?
Tidak, itu di Indonesia juga ada.
Lalu kenapa Red Light District begitu terkenal sampai ke level dunia?
Karena publikasi yang luar biasa saya pikir.
Mengekspose sesuatu yang berbeda dari pemikiran orang kebanyakan, sepertinya itu sebuah daya tarik bagi setiap manusia.
Kembali lagi, itu adalah sebuah usaha berpikir lebih dari otak manusia.
Dalam hal ini, orang Belanda.

Saya memandang hal ini dari segi positifnya, bukan dari apa yang ditampilkan disana, tapi dari idenya. Ide untuk mengembangkan sesuatu diluar kebiasaan manusia ataupun dunia.

Ini.
Inilah inovasi yang saya pikir, yang menurut pendapat saya, adalah inovasi terbesar dari negeri Belanda, negeri oranye, negeri asalnya Total Football, negeri kincir angin, negeri arsitektur modern, negara asal Christien Meindertsma.
Pola pikirnya.
Penghargaannya terhadap anak negerinya sendiri.
Penghargaannya terhadap ilmu pengetahuan.
Yang akhirnya, membawanya kepada penghargaan yang diberikan dunia untuknya.
Hanya bermulai dari hal yang sederhana namun sulit.

Usaha kerasnya untuk terlepas dari keterbatasan.

Sekian.


"Kita bisa belajar dari siapa saja, kapan saja, dan dimana saja.
Kita bisa lakukan itu untuk Indonesia.
Saya ingin belajar hal itu di Belanda"





*terimakasih kepada mas sopir taksi, yang namanya lupa saya catat tadi.celotehmu tentang ekonomi dan politik sepanjang perjalanan tadi, benar-benar membuang saya pusing sekaligus terkesima. dan karena itu, tulisan ini tercipta.
*terimakasih kepada teman saya yang jauh di Malaysia yang menuntut ilmu untuk menjadi seorang musisi berkualitas atas penjelasannya tentang Red Light District.
*tolong jangan hakimi saya dengan berpikir saya adalah pelanggan setia sebuah tempat lokalisasi :D, saya hanya memandang idenya :)
*oh ya, teman saya juga bukan pelanggan setia Red Light District atau lokalisasi lain kok :p

Postingan dengan sopir taksi lainnya pernah saya buat disini

Dan..

| Posted in | Posted on 10.54

0

jika teman akrabmu mengatakan sebuah lelucon, yang sedikit menghina karya orang lain...mungkin kau akan tertawa, larut dalam perspektifnya..

tapi apabila orang yang kurang kau sukai wataknya, berkata tentang sebuah hal yang sedikit menyinggung karya orang lain, mungkin kau akan lebih membencinya..

ya, dekati musuhmu. belajar banyak darinya..
bukan untuk menjatuhkannya, tapi untuk memperbaiki watakmu, yang juga tentunya tidak semua orang menyukainya.


------------------------------------------------------------------------------------

dan tanpa terasa, kemarin itu tanggal 13 April 2010.
terimakasih semua,

"bagaikan simphony musik klasik..
pada awalnya sangat sulit dimengerti..
namun apabila terus didengarkan, akan semakin terasa,
dan semakin larut didalamnya.."

-IPH-

Postingan Pertama di 2010

| Posted in | Posted on 22.03

1


kita semua sama sama inginkan sesuatu dalam hidup.
apa itu?
kebahagiaan saya pikir..

setiap hari, kita menempuh jalan berbeda
dari titik yang tidak sama
aku ke arah kiri
kamu ke arah kanan
aku pakai motor
kamu pakai mobil
ada juga dia orang lain yang pake angkot, ojeg, rakit, kapal, pesawat, bajaj, kuda, dll.

di persimpangan itu aku memilih lurus,
sedangkan kamu, kamu memilih untuk belok kanan.
tidak, kita tidak sedang di persimpangan yang sama

jalan yang kulewati ini kering
tak ada pohon atau rumput.
hanya ada angin sepoi2..
dan didepan pun macet.
untung aku pakai ini, motorku..
aku bisa selap selip

kamu, dengan mobil mu..melaju kencang ke arah sana
sana yang juga macet..macet karena banjir
kamu pun memutuskan untuk terus memaksa mobilmu
tak peduli disana hujan
jalanan rusak

ada juga orang lain yang malah berhadapan dgn razia polisi
kerusuhan
preman-preman
kejahatan

kita semua, setiap hari, mengambil keputusan penting dalam hidup
saya dan anda, berbeda keputusan ketika menempuh persimpangan yang sama
saya dan kamu, mengambil keputusan yang sama di persimpangan yang berbeda
aku dan kamu serta mereka tidak berada di titik yang sama
berangkat dari titik yang berbeda

kita semua ingin mencapai bahagia
dengan cara yang berbeda



selamat tahun baru masehi 2010
semoga di tahun ini kita semua selalu mampu berusaha mewujudkan kebahagiaan kita
untuk kita dan untuk mereka, orang2 yang kita sayangi.

Padang Kota Tercinta

| Posted in | Posted on 16.14

7

sebelum postingan ini, harusnya saya ngpost ttg wisata kuliner selama saya di Padang kmrn..sebelum postingan ini, harusnya teman2 saya yang berada di luar Indonesia bisa menikmati makanan yang saya suguhkan meskipun lewat foto..sebelum postingan ini, harusnya saya bisa bikin mreka ileran ngliat foto2 ttg makanan yang mreka belum bisa sentuh lagi hingga mreka pulang nanti, pulang ke Padang, kota tercinta ini..

Rabu 30 September 2009, bukanlah peringatan G30s-PKI, tapi hari dimana Padang diguncang..
dan,
Kamis 1 Oktober 2009, bukanlah peringatan Kesaktian Pancasila, tapi Kesaktian Minangkabau. percayalah..kampung kita ini memiliki kekuatan yang luar biasa..
setidaknya itu buat saya pribadi, tanpa melecehkan republik yang saya cintai ini..

apa yang bisa saya tulis?
apa yang bisa saya deskripsikan?
apa yang bisa saya lukiskan? ceritakan?
TIDAK ADA

saya tidak bisa bercerita tentang bagaimana dahsyatnya gempa itu, karena saya tidak berada disana,.

keluarga saya yang Alhamdulillah sehat, kepada merekalah kita semua seharusnya bertanya..

bertanya kepada saudara2 kita disana, yang sedang menjaga cucunya, menyusui anaknya, membajak sawahnya, menjual barang dagangannya, menimba ilmunya, melepas kangen dengan sahabatnya..
bertanya kepada mreka yang sedang melepas lelah setelah seharian bekerja, mereka yang sedang mentransfer ilmu, mereka yang memarkirkan kendaraan, mereka yang sedang bercerita, curhat-curhat ria, tertawa..

tanya kepada mereka bagaimana dahsyatnya detik itu
tanya kepada mereka bagaimana paniknya di menit-menit itu
tanya kepada mereka bagaimana tangis mereka berjam-jam setelah itu

karena saya, jangankan merasakan,
saya sudah merasa tak sanggup hanya dengan membayangkan kejadian itu..

yang saya tau, mereka semua mnyimpan kekuatan yang juga tak kalah dari dahsyatnya gempa itu..

ada yang sanggup menahan tangis sementara tersambung via telp dgn anaknya yang jauh disana, sementara beliau berjalan menyusuri aspal dan bangunan yang retak..
ada mereka yang sanggup menahan sakitnya tertimpa beton, besi, bata, selama lebih dari waktu normal manusia biasa bertahan hidup dalam kondisi itu, tanpa makan dan minum.
ada tetap berusaha jalan ketika diguncang dengan dahsyat..bahkan merangkak..ada beliau-beliau yang susah untuk berjalan tapi punya kekuatan luar biasa untuk menyelamatkan diri..
ada mereka yang menampung air hujan untuk minum, berlari menyelamatkan orang lain, memacu mobilnya ke batas maksimal untuk menyelamatkan kakaknya sementara dia baru bisa mengendarai mobil,
ada yang tetap bertugas sebagai pemimpin lembaga meskipun keluarga di rumah mmbutuhkannya, ada dia yang lebih cepat tiga langkah dari reruntuhan yang dulunya adalah kantornya..
dia yang dagangannya terbakar, tapi lebih memilih diam dan membantu orang lain untuk menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan saat itu, dan ikhlas atas apa yang Tuhan sedang ujiankan kepadanya.

mereka, hanya sebagian kecil dari kekuatan besar itu..

sementara di sini, saya hanya sanggup berdoa dan berdoa
agar Allah selalu menjaga dan memeluk mereka semua..
ya, semua..


Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu memulihkan kondisi di Ranah Minang. Semoga amal ibadah saudara dibalas berlipat ganda nantinya. Amin
Bagi para korban bencana ini, smoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya, dan ditentramkan disana..

Lihat ke dalam

| Posted in , | Posted on 19.22

2

Jangan salahkan angkot yang diam lama di perempatan sana..
Coba perhatikan itu, calon penumpang yang menjadikan perempatan sebagai "halte"..

Jangan salahkan kemacetan sblm berbuka yang membuat kamu harus berbuka di jalan..
Kenapa ga bangun lebih pagi biar bisa pulang lebih cepat?

Jangan salahkan Black X karena mesinnya sudah menderu2...
Service terakhir hampir 4 bulan lalu.

Jangan salahkan program acara TV di bulan Ramadhan rata2 pada lawak2an tak berinti..
Watak pemirsa yang harus diperbaiki..

Jangan salahkan mukamu yang tak bercahaya..
Ke atas lupa ke sebelah juga..

Jangan salahkan negara tetangga nyenggol2 sesuka hati..
Kita yang selama ini tidak pernah menghargai Ibu Pertiwi..



The 100th post